Tampilkan postingan dengan label Mutiara Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mutiara Kisah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Desember 2016

Bagaimanakah Adab Ketika Saudara kita ada yang sakit...?, Tidak Sekedar Menjenguk si Sakit begini Tuntunan nya.



Rasulullah berkata, apabila seorang muslim menjenguk orang muslim yang sedang sakit, maka ia berada di dalam ‘khurfatul jannah’

Menjenguk orang sakit amat dianjurkan dalam ajaran Islam. Karena amalan ini disamping bernilai ibadah, juga memberikan dampak positif tak hanya kepada si sakit, si penjenguk pun memperoleh manfaat darinya. Akan tetapi itu bisa diperoleh maksimal jika diiringi dengan amalan-amalan lainya.

Diriwayatkan di dalam hadits sahih muttafaq ‘alaih dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: “Hak orang muslim atas orang muslim lainnya ada lima: menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengantarkan jenazahnya, mendatangi undangannya, dan mendoakannya ketika bersin.”

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Musa al-Asy’ari, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Berilah makan orang yang lapar, jenguklah orang yang sakit, dan tolonglah orang yang kesusahan.”

Dalam Ktab Nailul-Authar, yang dimaksud dengan sabda Rasulullah saw. tentang ‘hak orang muslim’ ialah tidak layak ditinggalkan dan melaksanakannya ada kalanya hukumnya wajib atau sunnah muakkad yang menyerupai wajib. Sedangkan menggunakan perkataan tersebut –yakni haq (hak)—dengan kedua arti di atas termasuk bab menggunakan lafal musytarik dalam kedua maknanya, karena lafal al-haq itu dapat dipergunakan dengan arti ‘wajib’, dan dapat juga dipergunakan engan arti ‘tetap,’ ‘lazim,’ ‘benar,’ dan sebagainya.”

Begitu mulianya amalan menjenguk orang sakit, sampai-sampai Rasulullah bersabda. “Sesungguhnya apabila seorang muslim menjenguk orang muslim lainnya, maka ia berada di dalam khurfatul jannah.”

Dalam riwayat lain para sahabat bertanya kepada Rasulullah saw.: “Wahai Rasulullah, apakah khurfatul jannah itu?” Beliau menjawab, “Yaitu taman buah surga.”

Nah, sebelum kita semua melakukan amal kebajikan ini, berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan bagi siapa saja yang hendak menjenguk orang sakit;

Bertanya tentang Kondisi Si Sakit kepada Keluarganya

Tentu, ketika seseorang menjenguk si sakit, maka ia juga bertemu juga dengan keluarganya. Hendaknya penjenguk menanyakan kondisi si sakit kepada mereka terlebih dahulu. Karena mereka juga memahami benar kondisi kesehatan si sakit.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa suatu saat Ali bin Abu Thalib pergi, setelah ia berada bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam (SAW) di saat beliau menderita sakit, yang menyebabkan wafatnya beliau. Orang-orang mengatakan,”Wahai Abu Hasan (julukan Ali bin Abi Thalib), bagaimana keadaan Rasulullah (SAW)?” Ia menjawab,”Pagi ini alhamdulillah, beliau sembuh.” (Riwayat Bukhari).

Bertanya kepada Si Sakit tentang Kondisinya

Walau sudah mengetahui keadaan si sakit lewat keluarganya, perlu juga bertanya kepada si sakit, disamping untuk memperoleh informasi tambahan, bertanya kepadanya bisa meringankan, karena ia merasa ada yang memperhatikan kondisinya.

Rasulullah (SAW) bersabda,”Kesempurnaan menjenguk orang sakit…hendaknya salah satu diantara kalian meletakkan tangannya di atas kening si sakit atau tangannya dan mengatakan kepadanya, bagaimana keadaannya.” (Riwayat Tirmidzi).

Mendoakan si Sakit

Dari Sa’ad bin Abi Waqash Radhiyallahu ‘anhu (RA) ia berkata,”Rasulullah (SAW) menjenguk saya ketika saya sakit dan mengatakan,”Allahumma isyfi Sa’dan, allahumma isyfi Sa’dan, allahumma isyfi Sa’dan.” (Riwayat Muslim).


Doa itu bermakna, ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad. Selain doa ini, ada pula beberapa doa yang lainnya.

Berpesan kepada Keluarga Si Sakit agar Melayaninya dengan Baik

Sesungguhnya seorang perempuan dari Juhainah mendatangi Rasulullah (SAW) dalam keadaan hamil karena perzinaan lalu ia mengatakan,”Wahai Rasulullah, saya telah terkena hadd, maka lakukanlah itu kepada saya.” Maka Rasulullah (SAW) mendatangi walinya dan berpesan,”Perlakukanlah ia dengan baik…” (Riwayat Muslim).

Para ulama menyamakan kondisi hamil dengan sakit. Sehingga Imam Nawawi menjadikan hadits ini sebagai dalil atas dianjurkannya berpesan kepada keluarga agar memperlakukan si sakit dengan baik.

Menghibur Si Sakit
Agar si sakit merasa tenang, dianjurkan juga penjenguk menghiburnya. Rasulullah (SAW) bersabda,”Jika kalian mengunjungi orang sakit…hilangkan kekhawatirannya mengenai ajal, itu tidak bisa menolak apapun, akan tetapi bisa menghibur dirinya.” (Riwayat Tirmidzi).

Ibnu Alan menjelaskan, bahwa menghibur si sakit bisa menggunakan ungkapan, Allah akan memperpanjang umurmu atau Allah akan menyembuhkanmu.

Menyebut Kebaikan Si Sakit

Menyebut kebaikan si mayit, bisa membesarkan hatinya, terutama dalam menghadapi situasi yang membuat si sakit khawatir. Ini sejalan dengan hadits yang diriwayatkan Imam Muslim.

Dari Ibnu Syumamah, ia berkata,”Kami menghadiri Amru bin Ash (RA) dan beliau telah mendekati ajal. Beliau menangis lama, kemudian memalingkan wajahnya ke dinding, hingga putra beliau mengatakan,”wahai ayah, bukankah Rasulullah telah memberi kabar gembira kepadamu dengan begini?” Bukankah Rasulullah telah memberi kabar gembira kepadamu dengan begini?” Bukankah Rasulullah telah memberi kabar gembira kepadamu dengan begini?” (Riwayat Muslim).

Meminta Doa kepada Si Sakit

Menjenguk si sakit memberi manfaat juga kepada si penjenguk, karena doa si sakit lebih mudah terkabul. Sehingga dianjurkan agar penjenguk meminta doa kepada si sakit. Rasulullah (SAW) bersabda,”Jika kalian mengunjugi orang sakit…maka mintalah agar ia mendoakanmu. Sesungguhnya doanya seperti doa para malaikat.” (Riwayat Ibnu Majah). [tho/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar







Rabu, 21 Desember 2016

Pesan Rasulullah Pada Wanita Saat Melayani Suami di Tempat Tidur ... No. 7 Sering Dilakukan Oleh Para Istri ... ASTAQFIRULLAH..



Melayani suami ditempat tidur adalah kewajiban seorang istri, dikarenakan hal tersebut termasuk tugas seorang istri untuk membahagiakan sang suami. Sebagai umat Rasulullah kita harus berusaha untuk melaksanakan setiap sunnah yang telah dicontohkan beliau. Dari beliau lah kita belajar menjalani hidup sesuai ajaran agama agar mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Inilah Pesan Rasulullah Pada Wanita Saat Melayani Suami Di Tempat Tidur Dalam pernikahan, hubungan suami istri bukanlah hal yang tabu lagi. Justru, Islam menganjurkan pasangan suami istri untuk melakukan hubungan intim untuk melanjutkan keturunan. Namun terdapat hal-hal yang harus diperhatikan seorang wanita dalam melayani ajakan suaminya dalam hubungan ini, yaitu:

1. Memberi suasana kemesraan dengan memberikan tampilan menarik

Suami istri haruslah menjaga kemesraan mereka agar pernikahan dapat terjalin dengan baik. Cara yang bisa dilakukan seorang istri adalah dengan membuat tampilan yang menarik agar suami tidak berpaling ke lain hati.

2. Tidak membayangkan tubuh lelaki lain

Meskipun hanya sekedar membayangkan, Allah melarang wanita untuk itu. Karena kita sudah memiliki suami dan harus menjaga syahwat agar tidak tertarik dengan laki-laki lain.

3. Memenuhi ajakan suami sesegera mungkin

Salah satu tugas bagi seorang istri adalah melayani suami untuk membahagiakannya. Oleh karena itu, ketika ia meminta istri untuk melayaninya, maka secepat mungkin seorang istri harus melakukan permintaan suaminya itu, bahkan melayani suami di malam pertama.

4. Tampilan

mempesona setiap kali dilihat
Melihat orang yang dicintai merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi manusia. Begitu juga dengan suami yang sangat bahagia ketika istrinya bersikap lemah lembut, terlebih dengan tampilan yang mempesona.

5. Tidak berhubungan saat nifas dan haid

Sebuah dalil telah menjelaskan bahwa dilarang bagi wanita yang mengalami haid dan nifas melakukan hubungan suami istri. Selain karena haram hukumnya, secara medis hal ini juga akan memberikan kerugian bagi wanita. Ia akan mengalami sakit yang luar biasa apabila melakukan hubungan suami istri saat haid atau nifas.


6. Tidak berhubungan lewat dubur

Rasul telah menjelaskan cara melakukan hubungan suami istri dengan baik. Allah juga telah menciptakan jalan yang benar untuk melakukan hubungan ini. Dubur adalah jalan yang dilarang oleh Allah ketika berhubungan. Oleh karena itu, jangan melakukan hubungan suami istri melalui dubur karena akan menyakitkan sang istri.

7. Tidak memandangi bagian vital sang suami

Selama melakukan hubungan, jangan memandangi bagian vital suami karena ini akan meningkatkan syahwat meskipun sedang tidak melakukannya. Inilah salah satu pesan bercinta dari Rasulullah.

8. Mengetahui etika berhubungan dengan benar

Etika berhubungan suami istri sangat dibutuhkan agar kita tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah.

9. Menata kenyamanan tempat tidur dengan baik

Tempat tidur adalah tempat terpenting dalam melakukan hubungan suami istri. Oleh karena itu, sebisa mungkin seorang wanita harus bisa membuat tempat itu menjadi nyaman untuk digunakan.

10. Merahasiakan urusan di ranjang pada orang lain

Hubungan suami istri adalah rahasia mereka jadi tidak ada orang lain yang boleh tahu, meskipun itu orang terdekat sekalipun.

Berdasarkan penjelasan pesan Rasulullah kepada wanita di atas, terdapat banyak hal yang harus kita perhatikan sebelum melakukan hubungan suami istri. Memahami beberapa sunnah Rasul mengenai hal ini akan membantu kita dalam mengerti etika sesuai ajaran Islam. Demikianlah pesan Rasulullah pada wanita saat melayani suami di tempat tidur.

semoga bermanfaat ...

Sumber : kumpulanmisteri.com



Selasa, 13 Desember 2016

Kisah Penuh Hikmah Yang Luarbiasa !!! Nenek Pemungut Daun, Bershalawat di Setiap Lembar Daun !!Lihat Dan Bacalah Apa Yang Terjadi Di Bawah Ini..!!


Dulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, sehabis jalan kaki cukup jauh. Selesai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan lakukan salat Zhuhur. Sesudah membaca wirid seadanya, ia keluar masjid serta membungkuk-bungkuk di halaman masjid.

Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tak satu lembar pun ia lewatkan. Sudah pasti agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara tersebut. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi semua tubuhnya.


Banyak pengunjung masjid jatuh iba padanya. Disuatu hari Takmir masjid memutuskan untuk bersihkan dedaunan itu sebelum wanita tua itu datang. Pada hari itu, ia datang dan segera masuk masjid. Selesai salat, saat ia ingin lakukan pekerjaan rutinnya, ia terperanjat.

Tak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan kenapa daun-daun itu sudah Disapukan sebelum kehadirannya. Orang-orang menerangkan kalau mereka kasihan padanya. " Bila kalian kasihan kepadaku, " kata nenek itu, " Berikanlah kesempatan kepadaku untuk membersihkannya. "


Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk bertanya pada wanita itu kenapa ia demikian semangat membersihkan dedaunan itu. Wanita tua itu ingin menerangkan penyebabnya dengan dua prasyarat : 

pertama, cuma Kiai yang mendengarkan rahasianya ;

 ke-2, rahasia itu tak boleh disebarkan saat ia masih hidup.

Saat ini ia sudah meniggal dunia, dan Anda bisa mendengarkan rahasia itu. " Saya ini wanita bodoh, pak Kiai, " katanya. " Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tak benar saya lakukan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad

Setiap saat saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat pada Rasulullah. Nantinya bila saya mati, saya menginginkan Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarkanlah semua daun itu bersaksi kalau saya membacakan salawat padanya. " Cerita ini saya dengar dari Kiai Madura, D. Zawawi Imran, membuat bulu kuduk saya merinding. Wanita tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus.

Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, serta terbatasnya amal di hadapan Alloh swt. Lebih dari itu, ia juga mempunyai kesadaran spiritual yang mulia : Ia tidak bisa memercayakan amalnya. Ia begitu tergantung pada rahmat Alloh. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasululloh saw?



Diketik ulang dari buku " Rindu Rosul ", karangan Jalaluddin Rakhmat, penerbit Rosda Bandung, hal 31-33. cetakan pertama September 2001.
source:www.wattpad.com
http://www.mediaonline69.com/2016/08/kisah-penuh-hikmah-yang-luarbiasa-nenek.html



Senin, 12 Desember 2016

Bacalah Ayat Ini Saat Sulit, Maka Allah Akan Kirim Seribu Malaikat Untuk Membantu Kita


Tersebutlah seorang laki-laki yang menempuh perjalanan dari Damaskus menuju Zabadani. Di tengah jalan, ada laki-laki lain yang berniat menyewa keledainya. Meski tak dikenal, ia mengizinkan laki-laki asing untuk menyewa keledainya. Keduanya berjalan menuju satu lokasi, beriringan.

“Ayo lewat arah sini,” ajak laki-laki penyewa keledai. 
“Tidak, aku belum pernah lewat jalan itu. Mari tempuh jalan yang lain.” jawab si laki-laki. Mengelak. 

“Tenang saja,” rayu laki-laki penyewa keledai, “aku yang akan menjadi penujuk jalan.” 
Keduanya pun berunding hingga laki-laki pertama mengikuti saran laki-laki yang menyewa keledainya.

Tak lama setelah itu, keduanya sampai di sebuah tempat yang sukar dilalui. Medannya terjal dan curam. Laki-laki pemilik keledai melihat ada beberapa mayat tergeletak di sana. 
Tak dinyana, laki-laki yang menyewa keledainya turun sembari menodongkan sebilah pedang. “Turunlah segera! Aku akan membunuhmu!” 
Laki-laki pemilik keledai pun berlari sekuat kemampuannya. Ia berusaha menghindar, tapi sia-sia karena sukarnya medan yang harus dilalui. 
“Ambil saja keledai kepunyaanku.
Bebaskan aku.” ujar laki-laki pemilik keledai. Nyawanya terancam.

“Pasti. Aku tidak akan menyia-nyiakan keledaimu. Tapi, aku juga ingin membunuhmu.” Gertak si laki-laki. Bengis. 

Tak henti-hentinya, laki-laki pemilik keledai ini menyampaikan nasihat. Ia juga membacakan ancaman-ancaman Allah Ta’ala dalam al-Qur’an dan hadits Nabi tentang dosa membunuh dan melakukan kejahatan secara umum. 
Sayangnya, laki-laki itu tak menggubris. Nafsu membunuhnya sudah bulat. Tak bisa dicegah. Mustahil diurungkan. 
“Jika demikian,” ujar laki-laki pemilik keledai, “izinkanlah saya mendirikan shalat. dua rakaat saja.” 

  


“Baiklah,” bentak laki-laki jahat, “tapi jangan lama-lama!” 



Qadarullah, semua hafalan laki-laki pemilik keledai hilang. Saat sibuk mengingat-ingat, laki-laki tak bernurani itu membentak dan menyuruhnya bergegas. 

Akhirnya, teringatlah satu ayat oleh laki-laki pemilik keledai ini. Ia membaca firman Allah Ta’ala dalam surat an-Naml [27] ayat 62, 

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah selain Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).” 

“Seketika itu juga,” tutur si laki-laki, “dari mulut lembah muncul seorang pengendara kuda membawa tombak. Dia melemparkan tombak tepat di dada laki-laki jahat itu hingga langsung tersungkur tanpa bernyawa.” 

“Siapakah engkau?” tanya laki-laki pemilik keledai penuh heran sekaligus haru terima kasih. 
“Akulah hamba-Nya Dia yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan.” 

Kisah menakjubkan ini juga dituturkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim. 
Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaaat, bagikan info ini agar semua orang tidak patah semangat dalam menghadapi ujian sesulit apapun.....

Sumber : kisahikmah.com/


MASYA ALLAH....!!! Ini 8 Cara Mudah Memantapkan Hati Memakai Jilbab


Memantapkan hati berhijab - Ketika dalam hati ada keinginan untuk taat kepada Allah dan RasulNya, dengan memakai jilbab. Ada saja kegundahan yang muncul dalam hati ini. Ragu. Hingga terasa hati ini sungkan untuk segera memakai jilbab.

Apakah anda merasakan hal demikian sekarang ini?

Nah, inilah cara mudah yang dapat anda terapkan untuk memantapkan hati memakai jilbab syar'i:

1. Kenali dan Pahami Status Hukumnya

Patut diingat bahwa memakai jilbab bukan merupakan trend mode. Tetapi, anda harus tahu dan paham status hukumnya dalam Islam.

Tiap wanita dewasa atau sampai akalnya (akil baligh) diwajibkan oleh Allah SWT dan RasulNya untuk menutup auratnya.
Cara Mudah Memantapkan Hati Memakai Jilbab
Menutup aurat dengan sempurna adalah kewajiban
Ini adalah syariat Allah SWT dan dicontohkan oleh istri dan anak dari Nabi SAW.

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzaab: 59)

2. Jilbab adalah Kasih Sayang Allah SWT

Tahukah anda zaman jahiliyah itu apa? Iya, salah satu ciri yang nampak pada zaman arab jahiliyah adalah posisi derajat wanita diletakkan sangat rendah.

Wanita pada saat itu dianggap sebagai golongan kelas kedua. Kedudukan laki-laki lebih tinggi.

Bahkan Arab jahiliyah pada waktu itu, saat memiliki atau melahirkan anak perempuan. Maka, mereka malunya bukan kepalang tanggung.


Sahabat Nabi SAW, yakni Umar bin Khattab pada waktu belum memeluk Islam pernah suatu ketika mengubur hidup-hidup anak perempuannya karena tidak bisa menanggung aib.

Nah setelah risalah Islam datang, wanita kembali dimuliakan. Harkat dan martabat mereka diangkat dari lembah kenistaan yang dalam.

Baca juga: Wanita Dieksploitasi Kecantikannya. Itulah Pandangan Kapitalisme

Posisi wanita dan pria bukan lagi seperti posisi sub-ordinasi; salah satunya lebih tinggi daripada yang lain. Namun, menjadi seiring dan sejajar. Yang membedakan dari keduanya hanyalah ketakwaaan kepada Allah SWT.

Dear ladies, pahami bahwa saat anda memutuskan menguatkan hati anda untuk berjilbab sebenarnya anda memasuki pintu kasih sayang Allah. Pintu kehormatan yang telah Allah persembahkan kepada anda. Inilah salah satu kasih sayang Allah SWT yang tiada terkira. Memuliakan anda dengan jilbab yang menutupi aurat anda.

Maka ingatlah hal ini, kuatkan hati anda. Ambil dan rengkuh kemuliaan itu.

3. Berteman dengan Teman yang sudah Berjilbab

Dalam riwayat dikatakan bahwa, jika engkau ingin mengenal seseorang maka lihatlah dengan siapa ia berteman.

Lebih jauh, disebutkan dalam hadits bahwa siapa yang berteman dengan penjual minyak. Maka boleh jadi ia akan kecipratan wangi dari minyak wangi tersebut. Dan sebaliknya, siapa yang berteman dengan pandai besi maka boleh jadi ia akan terkena dan berbau peluh, keringat.

Yup, salah satu tips termudah untuk memantapkan hati untuk memakai jilbab adalah dengan berteman dengan teman-teman yang shalihah. Teman-teman yang memakai jilbab syar'i. Insya Allah dari mereka kita akan mendapat pencerahan dan nasihat yang bisa menguatkan hati.

4. Tunggu Moment

Ini salah satu tips mudah memantapkan hati memakai jilbab. Menunggu momen yang tepat.


Pengalaman dari salah satu teman, ia dulunya belum memakai jilbab. Saat bertemu selepas Ramadhan, saya melihatnya telah berjilbab.

Ia menyatakan bahwa, ia ingin meningkatkan ketakwaannya kepada Allah SWT selepas Ramadhan ini. Dan semoga Allah SWT menguatkan hati saya. Dan saya rasa, ini juga momen yang tepat dan orang lain biasanya tidak terlalu banyak tanya jika kita melakukan perubahan yang baik selepas Ramadhan.

Ladies, bagi Anda yang ingin memakai jilbab. Momen selepas Ramadhan dapat anda gunakan untuk memakai jilbab.

5. Karena "Mata Pria" Sangat Hebat

Ladies, tahu tidak bahwa mata pria berbeda dengan anda. Mata pria secara fisiologis memiliki fungsi fokus dibanding wanita.

Dalam ilmu biologi, hal ini bisa dijelaskan bahwa pria pada waktu itu memiliki peran untuk berburu dan mengumpulkan makanan. Fungsi mata mereka lebih 'hebat' dalam hal fokus dan melihat benda dalam kegelapan malam.

Dear ladies, dengan jilbab yang engkau kenakan. Maka pandangan pria akan lebih terkendali.

Bantu mereka untuk taat dan tidak terjerumus ke dalam dosa pandangan. Coba bayangkan, dengan anda tidak memakai jilbab maka ada kesempatan untuk pria melihat aurat anda. Sang pria berdosa secara tidak sengaja dan anda pun kebagian dosa karena dengan sengaja memperlihatkan bagian tubuh anda yang seharusnya di tutupi.

6. Karena "Wanita sangat Suka Diperhatikan"

Ladies, tahukan bahwa wanita secara psikologis sangat suka diperhatikan dan diberi perhatian.

Tapi, di sisi lain wanita juga  tidak mau dibilang murahan. Nah, bingung kan. Wanita adalah makhluk yang suka diperhatikan tetapi juga tidak mau dibilang murahan.

Coba deh pikir, yang mana lebih mahal permen yang terbungkus rapi (segelnya tertutup) dengan permen yang telah terbuka. Tentu lebih mahal yang tertutup rapi.

Secara psikologis anda suka diperhatikan dan biasanya bertingkah macam-macam agar diperhatikan. But, jadikan ini sebagai jalan bagi anda meraih pahala yang berlipat ganda di sisi Allah SWT.

7. Ingat, Kategori Iman

Ladies, iman menurut ulama adalah pembenaran yang pasti dalam hati, diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan perbuatan.

Ladies, ingat bahwa keimanan ini memerlukan sebuah pembuktian. Karena kalau sekedar dalam ucapan saja, maka ia sebatas janji saja atau malah menjadi sebuah kebohongan.

Dengan memakai jilbab, berarti kita membuktikan keimanan kita kepada Allah SWT dan RasulNya dalam perbuatan.

Ingat bahwa, beramal dan diucapkan dalam lisan tanpa ada keyakinan  jatuhnya bisa menjadi munafik. Dan, jika keimanan hanya sebatas di hati saja maka jatuhnya bisa menjadi orang yang fasik. Maka buktikanlah keimananmu yang sempurna dengan salah satunya memakai jilbab.

8. Hadiahkan "Kecantikanmu" hanya untuk Pasangan Halalmu

Dan terakhir agar hati semakin mantap untuk memakai jilbab. Ukir kuat dalam relung hati anda yang terdalam bahwa kecantikan yang anda miliki hanya akan persembahkan kepada pasangan anda.
memantapkan hati memakai jilbab
Biarlah kecantikanmu engkau berikan hanya kepada suamimu seorang
Artikel menarik lainnya: Wanita Non Muslim Amerika ini Memilih Memakai Jilbab, Bagaimana Ceritanya?

Ia adalah belahan jiwa anda, berikan hadiah terbaik ini hanya kepada dia. Semoga anda bisa saling bahu membahu dalam menapaki jalan menuju surgaNya Allah SWT. Aamiin.

Inilah langkah sederhana yang bisa anda lakukan untuk memudahkan anda memakai jilbab. Kuatkan hati anda dengan pemahaman Islam yang baik dan ketahui maslahat-maslahat yang terkandung dalam perintah berjilbab. Semoga artikel ini bermanfaat buat anda.




SUBHANNALLOH....!!! Sudah Baca Ayat 212 dalam Al Quran..?




Sahabat, tak perlu bertanya surah apa, karena satu-satunya surah yang memiliki ayat 212 hanyalah surah Al Baqarah. Tidak ada lagi surah lainnya dalam Al Quran yang memiliki ayat lebih dari 210 selain Al Baqarah.

Bacalah, dalam ayat tersebut kita akan menemukan peringatan Allah yang luar biasa:

"Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas." (QS. Al Baqarah: 212)

Sungguh dahsyat, kita diingatkan oleh Allah bahwa orang kafir akan melihat dunia ini sebagai sesuatu yang indah dan berharga, meskipun sebenarnya bagi Allah dunia ini bahkan tak lebih berharga dari sehelai sayap nyamuk.

"Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir.” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)

Kita juga diingatkan mengenai hinaan terhadap keimanan oleh orang-orang kafir. Serta rezeki yang tak terbatas dari Allah untuk orang-orang yang dikehendakiNya. Maasya Allah.


Jika dihubungkan dengan aksi super damai 212 yang terjadi di Jakarta dan diikuti oleh jutaan Umat Muslim, maka kita bisa menemukan banyak kecocokan dengan ayat tersebut. Betapa rezeki Allah amat tak terbatas, betapa hinaan terhadap keimanan itu nyata adanya.



Namun, ada yang menarik jika kita melihat ayat lainnya yang berhubungan dengan angka 212, yakni surah 2 ayat 12, atau surah 21 ayat 2, keduanya mengisahkan tentang orang-orang munafik.

"Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar." (QS. 2:12)

Siapa yang Allah maksud 'mereka' dalam ayat tersebut? Mari kita telisik di ayat sebelumnya:

"Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan"." (QS. 2: 8-11)

Sungguh penggambaran yang amat gamblang untuk kaum munafik yang sering berlindung di belakang kata 'sikap netral'.

Atau, mari kita lihat surah 21 ayat 2:

"Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al Quran pun yang baru (diturunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main." (QS. 21:2)

Tentang siapakah ayat ini mengisahkan? Mari lihat ayat sebelumnya:

"Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya)." (QS. 21:1)

Yakni tentang orang-orang yang lalai dan tak menyadari seberapa dekatnya kita dengan hari kiamat.

Sahabat Ummi, petunjuk Allah bertebaran di setiap ayat, peristiwa, momen, maka apakah kita tak mampu menangkap petunjuk tersebut? Semoga Allah beri hidayah ke dalam hati kita.



ASTAGFIRULLOHALADZIM...!! Berikut ini adalaha Bahayanya dari Wanita yang Hobi BerHutang


berutang atau meminjam sesuatu (umumnya berupa uang) dari orang lain kadang menjadi jalan terakhir saat kita kepepet. Sekilas memang bisa membantu dan melegakan untuk beberapa saat. Ini hanya sementara, ya. Kalau sudah jatuh tempo dan kita belum ada anggaran untuk meggantinya, wah repot.

Bahaya berutang biasanya memiliki dampak lebih besar pada wanita. Jadi apa saja bahaya wanita yang hobi berutang?

Terbiasa hidup boros

wanita yang hobi berutang biasanya tidak peduli dengan pengeluaran yang dia lakukan. Jika kita terbiasa berutang, semua uang yang kita miliki saat ini biasanya akan dihabiskan saat itu juga. Soal hidup atau tidaknya nanti, dipikirkan belakangan. Hal ini karena kita berpikiran uang akan datang lagi, jika sangat terpaksa kan bisa berutang.

Biasanya wanita yang hobi berutang juga akan mencanangkan gaji atau uang yang akan dia terima untuk membayar utang, “Nanti uangnya aku ganti pas gajian ya.” Klise kan? Padahal kita belum tahu bulan depan kebutuhan kita seperti apa.

Stres

Semakin sering kita berutang, kita akan diliputi perasaan stres berkepanjangan. Bagaimana tidak, kita masih harus memikirkan uang yang harus dikembalikan sementara dompet tipis kering.

 Cenderung banyak berbohong

Jika kita melewati tenggat batas pembayaran, kita akan mencari berbagai alasan untuk mengelak dan menunda pembayaran. Hal ini jika dilakukan berkali-kali akan membuat kita terbiasa berbohong dan pandai mencari alasan.

 Hidupnya tidak tenang

Jika kita punya utang, hati tidak akan tenang karena dilanda kecemasan yang berlebihan. “Duh, dia nanya-nanya kabarku pasti mau nagih utang nih,” kalimat seperti ini akan sering terlontar dari kita yang berutang.

Mengedepankan ego

Biasanya wanita yang hobi berutang ialah wanita yang ingin memuaskan hawa nafsunya saat berbelanja. Wanita seperti ini tentu membahayakan jika menjadi istri dan ibu nantinya.

“Aku mau beli lipstik baru deh tapi lagi gak ada uang, talangin dulu ya,” hati-hati Sahabat Ummi, kata “talangin” menjadi kalimat pembuka untuk meminjam uang.


 jika berutang dianggap wajar dan dijadikan kebiasaan, ini akan menjerat hidup kita sendiri lho. Apalagi dengan posisi kita sebagai wanita yang dituntut cerdas untuk mengendalikan keuangan keluarga nantinya. Jangan sampai terjerat lilitan utang ya Sahabat Ummi, bagaimanapun hidup dengan tutup lobang gali lobang itu akan membuat kita lelah dan dikejar-kejar perasaan bersalah. Naudzubillah


(Ummi online)